Analisa Multi Timeframe

indexUntuk mengamati pergerakan mata uang anda dapat mengamati grafik diagram yang mencatat pergerakan pasangan mata uang dalam beberapa timeframe (kerangka waktu) yang berbeda, misalnya: timeframe 5 menit, 1 jam, harian, mingguan, dsb. Sebagai seorang trader forex, anda perlu melakukan pengamatan terhadap beberapa timeframe sekaligus, hal ini dikenal dengan istilah analisa multi timeframe (multiple timeframe analysis).

Analisa multi timeframe adalah proses pengamatan terhadap satu pasangan mata uang dengan harga yang sama, tetapi pada kurun waktu yang berbeda. Sepasang mata uang dapat diamati melalui beberapa timeframe – harian, per jam, 15 menit, bahkan 1 menit! Ini berarti dua orang trader forex dapat memiliki pendapat yang berbeda tentang pergerakan sepasang mata uang dan keduanya bisa sepenuhnya benar.

Contohnya:

Budi dapat mengatakan bahwa EUR / USD berada pada tren turun pada timeframe 4-jam. Namun, Surya trading menggunakan timeframe 5 menit dan melihat bahwa EUR/USD berada dalam kondisi ranging naik dan turun. Dan mereka keduanya bisa benar! Hal ini bisa menimbulkan kebingungan. Contohnya: ketika seorang trader mengamati timeframe 4 jam ia melihat sinyal jual, tapi ketika mengamati timeframe 1 jam ia melihat harga bergerak naik perlahan-lahan.

Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Setiap trader forex harus bertrading dengan menggunakan grafik timeframe tertentu yang sesuai kepribadiannya sendiri. Kemudian, amati pula pergerakan pasangan mata uang pada timeframe waktu yang berbeda untuk membantu membuat keputusan trading yang lebih baik.

Timeframe Mana Yang Cocok Untuk Anda?

Salah satu alasan trader forex pemula tidak mendapat hasil yang maksimal karena mereka trading menggunakan timeframe yang tidak sesuai dengan kepribadian mereka.

Kebanyakan trader pemula ingin cepat kaya sehingga mereka akan memulai trading menggunakan grafik timeframe kecil seperti 1 menit atau 5 menit. Lama-kelamaan mereka menjadi frustrasi karena timeframe yang digunakan tidak sesuai dengan kepribadian mereka.

Sebagian trader merasa cocok menggunakan grafik timeframe 1 jam. Jangka waktu ini lebih lama, sinyal lebih sedikit, dan kesempatan trading lebih sedikit, tapi tidak terlalu sedikit. Trading pada timeframe ini memberikan lebih banyak waktu untuk menganalisa pasar dan trader tidak perlu merasa terburu-buru.

Di sisi lain, ada pula trader yang tidak bisa trading menggunakan timeframe 1 jam, karena terlalu lambat untuk dia. Ia lebih memilih trading pada grafik timeframe 10 menit. Ini masih memberinya cukup waktu (tapi tidak terlalu banyak) untuk membuat keputusan berdasarkan rencana trading.

BACA >  Analisa Fundamental dalam Forex

Ada pula trader jangka panjang yang hanya menggunakan grafik timeframe harian, mingguan, bulanan. Untuk mengetahui timeframe yang paling sesuai dengan kondisi anda, cobalah trading dengan menggunakan akun Demo. Dengan demikian anda dapat bereksperimen dan menemukan timeframe yang paling sesuai.

Semuanya tergantung pada diri anda sendiri sebagai seorang trader. Apakah anda membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menganalisa setiap keputusan trading? Bila demikian, gunakan timeframe jangka panjang. Bila anda termasuk orang yang sangat cepat mengambil keputusan, dan menyukai banyak action, mungkin timeframe 5 menit adalah yang paling sesuai dengan kepribadian anda.

Dalam tabel berikut, dapat dilihat rangkuman dari beberapa timeframe dan perbedaannya.

Timeframe Deskripsi Keuntungan Kerugian
Jangka Panjang
(Long Term)
  • Menggunakan grafik harian atau mingguan
  • Grafik mingguan menentukan perspektif jangka panjang dan membantu dalam pemasangan posisi untuk jangka waktu harian yang lebih singkat
  • Jangka waktu posisi terbuka saat trading lebih lama, bisa selama mingguan sampai bulanan
  • Tidak perlu mengamati pasar setiap hari
  • Transaksi lebih sedikit berarti biaya spread lebih rendah
  • Banyak waktu untuk analisa
  • Kurva pergerakan harga besar
  • Hanya ada 1-2 peluang yang bagus untuk entri, jadi butuh KESABARAN.
  • Jumlah akun besar untuk mengimbangi kurva pergerakan harga yang besar
  • Kemungkinan mengalami beberapa kekalahan selama bulanan
Jangka Pendek
(Short Term/Swing)
Menggunakan grafik timeframe jam dan jangka waktu trading selama beberapa jam hingga seminggu Lebih banyak kesempatan untuk entri
  • Biaya transaksi lebih tinggi karena lebih banyak trading sehingga lebih banyak biaya spread
  • Ada resiko saat mempertahankan posisi melebihi satu hari
Intraday Menggunakan grafik 1 menit atau 15-menit, setiap kali trading tidak lebih dari 1 hari, posisi telah ditutup saat jam pasar forex tutup
  • Banyak peluang untuk entri
  • Tidak ada resiko mempertahankan posisi lewat satu hari
  • Biaya transaksi jauh lebih banyak, biaya spread lebih banyak
  • Secara mental lebih sulit karena banyak kecenderungan pergantian pola pergerakan
  • Jumlah profit lebih sedikit karena harus posisi harus ditutup saat pasar tutup
BACA >  3 Cara Analisa Forex Trading

Di samping itu, anda perlu juga mempertimbangkan jumlah modal yang anda miliki. Timeframe yang lebih pendek memungkinkan anda bisa memanfaatkan margin secara optimal dan menggunakan Stop Loss yang lebih kecil. Timeframe yang lebih besar biasanya membutuhkan Stop Loss yang lebih besar, berarti jumlah modal yang lebih besar pula, sehingga anda bisa menahan naik turunnya harga tanpa resiko kena margin call.

Sekali lagi yang perlu diingat adalah apapun timeframe yang anda pilih harus sesuai dengan kepribadian dan situasi anda. Gunakan akun demo untuk bereksperimen terlebih dahulu hingga anda menemukan timeframe yang sesuai.

Bila anda sudah mendapatkan timeframe yang cocok, anda perlu mengamati grafik timeframe level berikutnya yang berjangka waktu lebih lama. Lalu buat keputusan untuk memasang posisi Long (beli) atau Short (jual) berdasarkan arah trend yang anda lihat. Sesudah itu kembali amati timeframe semula untuk membuat keputusan dimana anda harus masuk (entri) dan keluar posisi trading, dimana harus memasang Stop Loss dan target profit.

Dengan mengamati lebih dari satu timeframe akan memberi perspektif yang lebih besar. Jadikan ini sebuah kebiasaan pada saat trading. Pilih 2 atau 3 timeframe yang perlu anda amati, dan fokuskan perhatian pada pilihan timeframe tersebut. Jangan menggunakan terlalu banyak timeframe karena anda akan menjadi bingung.

Anda perlu pula berlatih dalam menggunakan grafik timeframe sehingga anda bisa dengan cepat beralih ke grafik timeframe yang akan anda amati. Pelajari pola pergerakan pasar pada timeframe yang anda pilih. Anda harus selalu memulai analisa pasar dengan mempertimbangkan perspektif mata burung, sehingga bisa mendapatkan gambaran market secara keseluruhan.

Seputar Web

loading...

Post Comment