Perbedaan Antara Retracement dan Reversal

imagesPernahkah anda berada dalam situasi dimana sepertinya pergerakan harga akan mengarah terus ke atas (tren naik / uptrend) dan anda bersiap-siap untuk memasang posisi beli (buy order), tetapi yang terjadi kemudian adalah harga berbalik arah menjadi turun dan semakin turun?

Situsasi ini dapat terjadi bila trader tidak menyadari perbedaan antara retracement dan reversal. Alih-alih bersabar dan mengikuti tren turun (downtrend) secara menyeluruh, trader meyakini yang terjadi adalah kondisi retracement sehingga memasang buy order.

Pada artikel ini, anda akan belajar karakteristik dari retracement dan reversal dalam trading forex, bagaimana cara mengenalinya, sehingga tidak salah dalam menentukan kondisi market yang sesungguhnya.

Apa Itu Retracement?

Retracement dapat didefinisikan sebagai pergerakan harga yang berbalik arah untuk sementara waktu terhadap tren yang terjadi. Cara lain untuk melihat hal ini adalah dengan memperhatikan area pergerakan harga yang bergerak melawan tren tapi kemudian kembali melanjutkan tren.

10.3-Retracement

Apa Itu Reversal?

Reversal didefinisikan sebagai perubahan harga yang berbalik arah dari tren keseluruhan. Ketika uptrend beralih menjadi downtrend, reversal terjadi. Ketika downtrend beralih menjadi uptrend, reversal juga terjadi. Menggunakan contoh yang sama diatas, dapat digambarkan bentuk reversal sebagai berikut:

10.3-Reversal

Apa Yang Harus Anda Lakukan?

Ketika menghadapi kemungkinan terjadinya retracement atau reversal, anda memiliki tiga pilihan :

  1. Ketika anda telah memasang posisi, anda dapat terus bertahan pada posisi anda. Hal ini dapat menyebabkan anda mengalami kerugian (loss) apabila retracements ternyata menjadi reversal jangka panjang.
  2. Anda dapat menutup posisi anda dan kembali masuk ketika harga mulai bergerak searah dengan tren keseluruhan lagi. Tentu saja ada kemungkinan kehilangan kesempatan trading bila harga secara tiba-tiba bergerak satu arah dengan tajam sementara anda tidak sempat memasang posisi. Apabila anda memutuskan untuk kembali masuk, anda akan dikenakan biaya spread lebih dari satu kali.
  3. Anda dapat menutup posisi anda secara permanen. Hal ini bisa mengakibatkan kerugian (bila harga bergerak melawan anda) atau keuntungan besar (bila anda menutup pada saat harga berada pada level top atau bottom).
BACA >  Apa Itu Leverage Dalam Forex

Karena reversal dapat terjadi kapan saja, menentukan mana piliha yang terbaik tidak selalu mudah. Itulah sebabnya menggunakan trailing stop loss dapat menjadi cara yang baik dalam mengendalikan resiko ketika anda menggunakan strategi trading dengan mengikuti tren.

Anda dapat menggunakan trailing stop loss untuk memastikan profit dimana anda tetap selalu bisa mendapatkan sejumlah pips meskipun situasi yang terjadi adalah reversal jangka panjang.

Baca selengkapnya mengenai Cara Menentukan Strategi Trading Forex:

Seputar Web

loading...

Post Comment