Apa itu Trending Market

Dalam dunia trading forex anda mungkin pernah mendengar istilah trending market. Trending market adalah kondisi pasar dimana harga secara umum cenderung bergerak dalam satu arah.

Harga dapat bergerak melawan tren sewaktu-waktu, namun dengan melihat time frame yang lebih panjang, akan menunjulan bahwa itu hanyalah retracements (pergerakan harga melawan tren yang hanya bersifat sementara).

10.1-Downtrend

Pada diagram batang, tren biasanya ditandai dengan harga atas dan harga bawah yang semakin naik pada kondisi uptrend (tren naik), sementara untuk kondisi downtrend ditandai dengan harga atas dan harga bawah yang semakin turun.

Saat kondisi pasar bersifat tren, para trader biasanya memilih pasangan mata uang yang bersifat mayoritas (major currencies), atau pasangan mata uang lain yang mengandung dollar; karena pergerakan kombinasi pasangan mata uang ini cenderung bersifat tren dan likuiditasnya lebih tinggi dibanding kombinasi lainnya.

Faktor likuiditas sangat penting dalam strategi tren. Semakin likuid pasangan mata uang, semakin banyak pergerakan (volatilitas) yang terjadi. Semakin banyak pergerakan pada mata uang, semakin besar kesempatan bagi harga untuk bergerak kuat menuju satu arah tertentu.

Selain mengamati pergerakan harga secara langsung, anda juga dapat memanfaatkan perangkat analisa teknikal yang telah anda pelajari untuk menentukan apakah pasangan mata uang sedang berada dalam kondisi tren atau tidak.

ADX Dalam Kondisi Market Tren

Salah satu cara untuk menentukan kondisi market sedang tren adalah dengan menggunakan Average Directional Index Indicator atau disingkat ADX. Dikembangkan oleh J. Welles Wider, indikator ini menggunakan nilai mulai dari 0 – 100 untuk menentukan apakah harga bergerak kuat dalam satu arah, dengan kata lain trending, atau hanya bergerak dalam kisaran level tertentu (ranging).

Nilai lebih dari 25 pada umumnya diindikasikan sebagai harga sedang trending atau sudah dalam tren yang kuat. Semakin tinggi angkanya, maka semakin kuat pula tren.

BACA >  Garis Trend Dalam Analisa Teknikal Forex

Namun, ADX merupakan sebuah indikator lagging yang berarti tidak selalu memprediksikan kondisi ke depan. Ini juga merupakan indikator non directional, yang artinya akan selalu melaporkan angka positif baik bila harga sedang dalam tren naik ataupun tren turun.

Bila anda melihat contoh berikut ini, terlihat jelas harga mengikuti tren turun meski ADX lebih besar dari 25.

10.1-ADX

Moving Averages Dalam Trending Market

Anda juga dapat menggunakan indikator Simple Moving Averages (pergerakan rata-rata sederhana). Contoh penggunaan: Pilih settingan indikator Simple Moving Average pada periode 7 SMA, periode 20 SMA dan periode 65 SMA pada grafik anda. Kemudian tunggu hingga ketiga SMA terkompresi secara bersamaan dan mulai menyebar.

Bila periode 7 SMA menyebar di atas periode 20 SMA dan periode 20 SMA menyebar diatas periode 65 SMA, maka tren sedang naik.

10.1-MA

Sebaliknya, bila periode 7 SMA menyebar dibawah periode 20 SMA dan periode 20 SMA menyebar dibawah periode 65 SMA, maka tren harga sedang turun.

10.1-MA-2

Bollinger Bands Dalam Trending Market

Bollinger bands sering digunakan untuk strategi range-bound dan dapat berguna pula untuk mendeteksi saat dimulainya tren.
Satu hal yang harus anda pahami, kondisi tren sebenarnya tidak terlalu sering terjadi. Berlawanan dengan apa yang mungkin anda pikirkan, yang lebih sering terjadi adalah pergerakan harga dalam kisaran tertentu (kondisi range), dimana hal ini terjadi antara 70 – 80 persen.

Salah satu dari indikator untuk analisa teknikal yang digunakan dengan cara mengukur deviasi harga adalah bolinger bands. Bolinger bands pada intinya menggunakan formula standar deviasi. Anda dapat mencoba menggunakan Bollinger Bands dengan cara berikut untuk menentukan awal tren:

Tempatkan bolinger band dengan standar deviasi 1 dan sebuah band lagi pada standar deviasi 2. Anda akan melihat tiga set price zones yaitu zona jual, zona beli dan zona netral.

BACA >  Analisa Multi Timeframe

10.1-BB

Zona jual (sell zone) adalah area di antara dua bands bawah dari standar deviasi 1 (SD1) dan standar deviasi 2 (SD2). Ingatlah bahwa harga harus menutup dalam kedua bands tersebut agar dapat masuk dalam zona jual.

Zona beli (buy zone) adalah area dua bands atas dari SD1 dan SD2. Seperti juga zona jual, harga harus menutup dalam dua bands sebelum dapat dikategorikan sebagai zona beli. Area diantara standar deviasi 1 adalah area dimana market sedang bergulat untuk menentukan arah. Harga akan menutup di area ini apabila harga benar-benar berada pada posisi netral.

Bolinger bands membuat lebih mudah untuk mengkonfirmasikan tren secara visual. Downtrend dapat dikonfirmasikan ketika harga berada dalam zona jual. Sedangkan Uptrend dapat dikonfirmasikan pada saat harga berada pada zona beli.

 

Baca selengkapnya mengenai Cara Menentukan Strategi Trading Forex:

Seputar Web

loading...

Post Comment