Menentukan Besar Posisi Dalam Trading Forex

f4ac6348-50b9-11e3-bfcc-0310327cb579_syd-513razivhjcohtrh14-104--236x160_4_0_1615004508-040--646x363Sebelumnya telah kita bahas mengenai cara menghitung leverage yang terlalu besar, pada artikel ini akan kita pelajari bagaiman menggunakan leverage secara benar untuk “penghitungan posisi” dalam trading forex.

Penghitungan posisi adalah memperhitungkan berapa jumlah unit yang benar dalam memasang posisi Buy atau Sell untuk pasangan mata uang. Ini merupakan salah satu hal yang penting untuk dipelajari dalam trading forex.

Manajemen resiko dalam forex adalah kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang trader, untuk dapat mengetahui jumlah posisi yang tepat yang sesuai dengan faktor resiko.

Ada beberapa informasi yang dibutuhkan dalam perhitungan:

  1. Equity pada akun atau Balance
  2. Pasangan mata uang yang diperdagangkan
  3. Persentase modal yang digunakan sebagai resiko
  4. Stop loss dalam pip
  5. Nilai tukar pasangan mata uang

Selain itu ukuran posisi trading juga tergantung dari denominasi akun anda (mata uang yang dipilih pada saat membuka akun pada broker forex).

Cara Menghitung Posisi Trading

Dalam contoh-contoh berikut akan kami tunjukkan cara menghitung posisi berdasarkan besarnya modal, faktor resiko, dan denominasi akun.

1. Denominasi Akun Sama dengan Counter Currency

Klik untuk penjelasan mengenai istilah Counter Currency >>

Alex mendepositokan uang sebesar $5000 ke dalam akun trading-nya. Katakanlah ia menggunakan sistem swing trading dan memilih EUR/USD dengan stop loss sebesar 200 pip per trade. Ia memutuskan tidak akan trading dengan resiko lebih dari 1% modal per trade. Mari kita hitung berapa besar posisi yang tepat untuk memenuhi kriteria di atas.

Dengan menggunakan balance akun dan persentase resiko-nya, kita dapat menghitung jumlah resiko tersebut dalam dolar:
$5000 x 1% (or 0.01) =$50

Kemudian, kita bagi jumlah tersebut dengan faktor stop loss-nya untuk mengetahui nilai pip:
($50)/(200 pip) = $0.25/pip

Selanjutnya, kita kalikan nilai per pip tersebut dengan rasio unit-per-pip dari EUR/USD. Dalam hal ini untuk 10.000 unit (atau 1 mini lot), setiap pergerakan pip bernilai $1:
$0.25 per pip x [(10.000 unit EUR/USD)/($1 per pip)] = 2.500 unit EUR/USD

Jadi Alex tidak boleh membuka posisi lebih dari 2.500 unit EUR/USD untuk memuhi kriteria trading yang ditetapkan.

2. Denominasi Akun Sama Dengan Base Currency

Klik untuk penjelasan mengenai istilah Base Currency >>

BACA >  Pengelolaan Keuangan Forex

John membuka akun dalam euro, dan memutuskan untuk trading dengan broker forex lokal. Ia membuka deposit sebesar EUR 5000. Dengan kriteria yang sama dengan contoh sebelumnya (trading EUR/USD dengan 200 pip stop loss) berapa ukuran posisi-nya bila ia hanya mau menggunakan faktor resiko 1% dari modal-nya?

Jumlah modal resiko dalam euro:
EUR 5000 x 1% (atau 0.01) = EUR 50

Sekarang kita harus mengkonversikan jumlah di atas ke dalam USD karena nilai pasangan mata uang dihitung berdasarkan counter currency. Misalnya nilai tukar 1 EUR adalah $1.5000 (EUR/USD = 1.5000)

Yang perlu dilakukan untuk menentukan nilai dalam USD adalah dengan ‘membalik’ nilai tukar EUR/USD dan mengkalikan-nya dengan jumlah euro yang akan dijadikan sebagai resiko.
(USD 1.5000/EUR 1.0000) x EUR 50 = kira-kira USD 75.00

Kemudian, bagi faktor resiko dalam USD dengan stop loss dalam pip:
(USD 75.00)/(200 pip) = $0.375 per pip

Ini memberi gambaran “nilai per pip” untuk pergerakan dengan stop loss 200 pip sesuai dengan kriteria trading yang ditentukan

Selanjutnya, kalikan nilai pergerakan per pip dengan rasio unit-per-pip:
(USD 0.375 per pip) X [(10.000 unit EUR/USD)/(USD1 per pip)] = 3.750 unit EUR/USD

Jadi, untuk trading EUR/USD dengan resiko sebesar EUR 50 dan 200 pip stop loss, posisi yang dibuka tidak boleh lebih besar dari 3.750 unit.

3. Denominasi Akun tidak sama dengan Pasangan Mata Uang yang dipilih, tapi sama dengan Pasangan Konversi dari Counter Currency.

Dalam contoh berikut, akan kita bahas bagaimana menghitung posisi bila denominasi akun tidak sama dengan pasangan mata uang yang diperdagangkan.

Contoh:

Budi membuka deposit $5000 dan memutuskan faktor resiko tidak lebih dari 1% (berarti modal resiko tidak lebih dari $50). Ia hendak trading EUR/GBP dengan menggunakan 200 pip stop loss. Untuk menghitung jumlah posisi yang tepat, kita harus menentukan jumlah uang untuk resiko tersebut dalam British Pound.

Ingat, nilai sebuah pasangan mata uang dihitung berdasarkan counter currency.

Dalam hal ini, kita memerlukan nilai tukar GBP/USD. Katakanlah 1.7500 dan karena akun-nya dalam USD, kita harus ‘membalik’ nilai tukar tersebut unuk mendapatkan jumlah-nya dalam British Pound.
$50 x (GBP 1/USD 1.7500) = GBP 28.57

BACA >  Analisa Multi Timeframe

Selanjutnya, kita bagi jumlah tersebut dengan stop loss dalam pip
(GBP 28.57)/(200 pip) = GBP 0.14 per pip

Kemudian kalikan dengan rasio unit-per-pip:
(GBP 0.14 per pip) x [(10.000 unit EUR/GBP)/(GBP 1 per pip)] = kira-kira 1.429 unit EUR/GBP

Budi tidak boleh membuka posisi lebih dari 1.429 unit EUR/GBP untuk trading sesuai dengan kriteria resiko yang ditetapkan.

4. Denominasi Akun tidak sama dengan Pasangan Mata Uang yang dipilih, tapi sama dengan Pasangan Konversi Base Currency.

Amir membuka deposito dengan broker di Switzerland sejumlah CHF 5000 dan memutuskan tidak lebih dari 1% untuk modal resiko, yaitu CHF 50. Ia ingin trading pasangan mata uang CHF/JPY dengan stop loss sebesar 100 pip.

Pertama-tama, kita harus menentukan berapa nilai CHF 50 dalam Japanese yen. Karena akun denominasi-nya adalah sama dengan pasangan konversi base, yang harus kita lakukan adalah mengkalikan jumlah tersebut dengan nilai tukar CHF/JPY (misalnya 85.00):
CHF 50 x (JPY 85.00/ CHF 1) = JPY 4.250

Kemudian, dibagi dengan jumlah stop loss dalam pip:
JPY 4.250/100 pip = JPY 42.50 per pip

Selanjutnya, kalikan dengan rasio unit-per-pip:
JPY 42.50 per pip x [(100 unit CHF/JPY)/(JPY 1 per pip)] = kira-kira 4.250 unit CHF/JPY

Amir tidak boleh membuka posisi lebih dari 4.250 unit CHF/JPY sehingga kriteria tradingnya dapat terpenuhi.

Dengan mempelajari contoh-contoh di atas, anda bisa menghitung berapa besar posisi yang dapat anda buka sehingga sesuai dengan kriteria trading yang anda tentukan.

Seputar Web

loading...

Post Comment