Day Trader

3Day trading merupakan salah satu style trading berjangka waktu singkat, tapi tidak seperti scalping, biasanya day trader membuka satu posisi setiap hari dan menutupnya pada saat hari berakhir.

Biasanya day trader mempunyai pandangan (bias) tertentu pada saat hari dimulai, dan kemudian memasang posisi berdasarkan pertimbangannya, dan menutup posisi dengan profit atau kerugian pada saat hari berakhir. Day trader tidak suka memegang posisi lebih dari satu hari. Jika anda merasa scalping terlalu cepat tapi swing trading terlalu lama, anda mungkin cocok menerapkan day trading.

Anda cocok sebagai day trader bila:

  • Anda suka memulai dan mengakhiri satu trade dalam satu hari
  • Anda punya waktu untuk menganalisa pasar pada permulaan hari, dan bisa mengawasi posisi yang anda buka dalam waktu satu hari.
  • Anda merasa harus tahu apakah anda untung atau rugi pada saat hari berakhir

Day trading tidak cocok untuk anda bila:

  • Anda lebih menyukai scalping atau trading berjangka waktu lebih lama
  • Anda tidak punya waktu untuk menganalisa pasar dan mengawasinya dalam waktu satu hari

Beberapa pertimbangan dalam Day Trading:

  1. Anda harus mengetahui faktor fundamental yang pada saat itu dapat mempengaruhi arah pergerakan
    Anda perlu mengetahui berita dan laporan ekonomi yang up-to-date sehingga bisa membuat keputusan trading pada saat hari dimulai
  2. Apakah anda punya waktu untuk memonitor trade anda
    Kalau anda bekerja sebagai pegawai fulltime, anda perlu mempertimbangkan bagaimana anda akan mengatur waktu untuk trading. Jangan sampai anda dipecat karena anda menghabiskan waktu terlalu banyak untuk mengamati diagram dan mengawasi posisi trading anda

Tipe Day Trading

Trend Trading

Trend trading adalah cara trading dengan melihat diagram time frame yang lebih panjang untuk menentukan garis besar trend secara keseluruhan. Setelah mengetahui trend secara keseluruhan, anda melihat ke diagram timeframe yang lebih singkat untuk mendapatkan peluang trading yang searah dengan trend keseluruhan. Dengan menggunakan indikator pada timeframe yang lebih singkat anda bisa menentukan saat yang tepat untuk entri. (Baca artikel terkait: Analisa Multi Timeframe)

BACA >  Style Trading Apa Yang Cocok Bagi Anda?

Countertrend Trading

Countertrend trading strategi dilakukan dengan cara hampir sama dengan Trend Trading, hanya saja setelah menentukan garis besar trend keseluruhan, anda mencari kesempatan trade yang berlawanan arah. Ide dasarnya adalah untuk menentukan saat trend berakhir kemudian masuk pada saat awal trend berbalik arah. Resikonya lebih tinggi, tapi bila berhasil maka kesempatan profitnya lebih besar. Anda perlu menggunakan beberapa indikator untuk memprediksi saat entri yang tepat.

Breakout Trading

Breakout trading adalah strategi dimana anda mengamati pergerakan pasangan mata uang yang sedang dalam kondisi range pada jam-jam tertentu, kemudian anda memasang posisi di salah satu arah dengan harapan bisa mendapat profit pada saat breakout.

Cara ini efektif terutama pada saat pasangan mata uang bergerak dalam range yang sempit, karena biasanya hal ini mengindikasikan akan terjadi pergerakan besar. Anda perlu memasang posisi sedemikian rupa sehingga pada saat terjadi break out anda bisa mengambil peluang untuk profit.

Baca selengkapnya informasi mengenai style trading forex:
Scalper
– Day Trader
Swing Trader
Position Trader

Seputar Web

loading...

Post Comment