Kegunaan Cross Currency Dalam Trading Pasangan Mayor

imagesBahkan bila anda hanya ingin trading mata uang mayor (major currency) dan tidak berkeinginan untuk trading cross-currency, anda dapat membuat keputusan trading dengan lebih baik bila mengamati grafik cross-currency. Cross-currency dapat member petunjuk secara relatif mengenai kekuatan tiap mata uang mayor.

Sebagai contoh:

Anda melihat Buy sinyal untuk EUR/USD dan GBP/USD tapi anda hanya akan memasang satu posisi trade. Pasangan mata uang mana yang akan anda pilih?

Untuk mendapatkan jawaban, and dapat melihat cross-currency EUR/GBP. Bila trend EUR/GBP mengarah turun, ini berarti terdapat indikasi bahwa poundsterling (GBP) lebih kuat daripada euro pada saat tersebut. Jadi sebaiknya anda memasang posisi Buy untuk GBP/USD daripada EUR/USD karena poundsterling lebih kuat secara relatif dibandingkan euro.

Karena euro relatif lebih lemah daripada poundsterling, bila terbukti mata uang tersebut menguat terhadap US dolar maka penguatan yang terjadi akan LEBIH SEDIKIT dibandingkan penguatan poundsterling terhadap US dolar. Bila US dolar melemah secara keseluruhan terhadap banyak mata uang, bila anda memasang posisi Buy untuk GBP/USD maka anda akan memperoleh lebih banyak pips. Jadi, lebih baik anda memilih GBP/USD.

Anda dapat melakukan analisa seperti di atas untuk semua pasangan mata uang mayor.

Contohnya: bila anda cenderung ‘bearish’ (sell) untuk US dolar. Mana yang lebih baik:
• buy EUR/USD atau sell USD/CHF? Amati EUR/CHF
• sell USD/CHF atau USD JPY? Amati CHF/JPY
• buy EUR/USD atau sell USD/JPY? Amati EUR/JPY.
• buy GBP/USD atau sell USD/CHF? Amati GBP/CHF.
• buy GBP/USD atau sell USD/JPY? Amati GBP/JPY.

Jadi ingat, anda dapat mengamati grafik cross-currency untuk mengetahui indikasi kekuatan mata uang tertentu.

BACA >  Apa Itu Cross-Currency?

Pengaruh Cross-Currency Terhadap US Dolar

Sebagai contoh:

Bank Sentral Amerika (Federal Reserve – Fed) mengumumkan akan menaikkan suku bunga. Terjadi reaksi pasar dengan pembelian US dolar secara keseluruhan… EUR/USD dan GBP/USD menurun, sedangkan USD/CHF dan USD/JPY naik.

Anda memasang posisi Sell EUR/USD dan ternyata harga bergerak sesuai dengan prediksi anda. Tapi kemudian anda melihat bahwa ternyata teman anda yang memasang posisi Buy USD/JPY mendapatkan keuntungan dalam pips yang lebih banyak.
Anda tentu bertanya, kenapa bisa demikian?

Lalu anda membandingkan grafik EUR/USD dengan USD/JPY, lalu anda melihat bahwa pergerakan USD/JPY ternyata lebih besar. Terjadi terobosan pada level resistance teknikal dan bergerak naik 200 pips sementara EUR/USD hanya bergerak hampir 100 pips dan tidak bisa menembus level support.

Anda berpikir, bila terjadi pembelian US dolar secara keseluruhan, mengapa keuntungan trade EUR/USD yang anda pilih tidak sebanding dengan USD/JPY.

Jawabannya ada pada cross-currency, yaitu khususnya EUR/JPY.
Pada saat USD/JPY menembus level resistance, kombinasi Stop Loss yang kena dan breakout trader yang masuk mendorong harga USD/JPY naik lebih tinggi lagi.

Karena pembelian USD/JPY menyebabkan melemahnya yen, maka akan menyebabkan EUR/JPY (dan kemungkinan besar pasangan berbasis yen lainnya) menembus level resistance, dan mendorong EUR/JPY naik lebih tinggi lagi.

Ini menyebabkan euro menguat, dan memperlambat kenaikan pada trade EUR/USD. Aksi beli pada EUR/JPY dapat diumpamakan seperti parasut, sehingga menyebabkan EUR/USD tidak bergerak sejauh USD/JPY.

Jadi dapat disimpulkan, meskipun anda hanya akan trading pada pasangan mata uang mayor, cross currency tetap akan berpengaruh terhadap trading yang anda lakukan.

Seputar Web

loading...

Post Comment