Manajemen Resiko Dalam Forex

politicalriskinsManajemen resiko atau yang sering dikenal dengan istilah risk management, merupakan salah satu hal yang terpenting dalam dunia trading forex. Mengapa demikian? Karena forex adalah bisnis untuk menghasilkan uang, dan seperti bisnis lainnya, anda harus belajar untuk mengontrol resiko kerugian (potential loss).

Sayangnya, banyak trader yang meremehkan hal ini karena terburu-buru ingin terjun langsung trading tanpa mempertimbangkan resiko. Bila anda trading forex tanpa menggunakan aturan manajemen keuangann, hal ini sama saja dengan berjudi.

Manajemen resiko tidak hanya akan melindungi anda dari kerugian, tapi akan memampukan anda untuk bertahan dalam dunia trading forex dalam jangka waktu panjang.

Trading forex adalah suatu permainan probabilitas, yang berarti anda harus menggunakan setiap faktor sebaik-baiknya untuk memperbesar kemungkinan anda untuk menang.

Ada berbagai faktor yang harus anda perhatikan dalam hal manajemen resiko:

Modal

Dalam bisnis trading forex, untuk menghasilkan uang kita membutuhkan uang sebagai modal finansial. Tapi berapa besar modal yang kita butuhkan?

Ada beberapa broker forex yang mengijinkan anda membuka akun dengan minimum deposit yang cukup rendah. Akan tetapi bukan berarti hal ini merpakan suatu hal yang baik untuk dilakukan. Dalam bisnis, modal yang tidak cukup (undercapital) merupakan satu kesalahan yang umum, begitu pula dalam dunia trading forex.

Bila anda tidak dapat membuka akun dengan jumlah modal yang cukup besar, lebih baik bersabar, kumpulkan uang terlebih dahulu sambil belajar trading secara benar sampai anda betul-betul siap secara finansial.

Drawdown & Kekalahan Beruntun

Bila anda mempunyai uang sebesar $1000 dan rugi sebesar $500. Anda telah kehilangan uang sebesar 50%. Dalam dunia trading forex, hal ini dikenal dengan istilah drawdown. Drawdown adalah kondisi dimana modal anda berkurang setelah mengalami kekalahan secara beruntun, dan biasanya dinyatakan dalam angka persentase.

Dalam dunia trading forex, kita harus memiliki keunggulan dalam menghadapi pasar. Dengan alasan ini-lah maka para trader menggunakan sistem trading. Sistem trading yang unggul 70% kelihatannya merupakan suatu cara yang baik untuk diterapkan, akan tetapi apakah hal ini berarti untuk setiap 100 transaksi anda akan menang 70 kali?

Bisakah anda memastikan mana dari 70 transaksi tersebut yang akan menghasilkan profit? Tentu saja tidak bisa. Anda dapat saja kalah 30 kali berturut-turut pada masa awal trading dan selanjutnya menang 70 kali. Ini tetap termasuk sistem trading yang unggul 70%. Tapi anda harus bertanya pada diri sendiri, apakah modal anda masih cukup untuk terus trading bila mengalami kekalahan beruntun 30 kali.

BACA >  Pengelolaan Keuangan Forex

Tidak peduli sistem trading forex apa yang anda gunakan, anda bisa mengalam kekalahan beruntun. Bahkan para trader profesional pun bisa mengalami kekalahan beruntun, tetapi pada akhirnya tetap saja profit karena mereka menggunakan manajemen keuangan yang benar. Pada setiap transaksi, mereka hanya akan menggunakan sebagian kecil dari modal-nya sebagai resiko, sehingga meskipun mengalami kekalahan beruntun mereka bisa bertahan.

Drawdown merupakan realitas yang tidak bisa dihindari. Kunci kesuksesan seorang trader forex terletak pada penerapan rencana trading yang memungkinkan ia tetap bertahan meskipun mengalami kekalahan beruntun, dan manajemen resiko merupakan bagian dari rencana trading yang harus dilaksanakan secara disiplin.

Berikut ini dapat anda lihat apa yang terjadi bila anda menerapkan manajemen resiko yang benar dan bila anda tidak menerapkannya. Anda bisa melihat perbedaan antara menggunakan persentase kecil untuk modal resiko dan persentase besar.

Faktor Resiko 2% vs. 10% Untuk Setiap Transaksi

Transaksi Modal 2% resiko Transaksi Modal 10% resiko
1 $2000 $40 1 $2000 $200
2 $1960  $39 2  $1800  $180
3  $1921  $38 3  $1620  $162
4 $1883 $38 4 $1458 $146
5 $1845 $37 5  $1312  $131
6 $1808 $36 6 $1181 $118
7 $1772 $35 7 $1063 $106
8 $1737 $35 8 $957 $96
9 $1702 $34 9 $861 $86
10 $1668 $33 10 $775 $78
11 $1635 $33 11 $697 $69
12 $1602 $32 12 $628 $63
13 $1570 $31 13 $565 $57
14 $1539 $31 14 $508 $50
15 $1508 $30 15 $458 $46
16 $1478 $30 16 $412 $41
17 $1448 $29 17 $371 $37
18 $1419 $28 18 $334 $33
19 $1391 $28 19 $301 $30

Terlihat perbedaan nyata antara menggunakan 2% sebagai resiko versus 10% pada tiap transaksi.

Bila anda mengalami kekalahan beruntun 19 kali, dengan 10% resiko maka modal yang tersisa hanya $301. Ini berarti kehilangan 85% dari modal awal. Tapi bila anda menerapkan 2% resiko, masih ada sisa modal sebesar $1391, hanya kehilangan 30% dari modal awal.

Bahkan bila anda hanya kalah beruntun sebanyak 5 kali, dengan resiko 10% sisa uang anda menjadi $1312, tapi resiko 2% anda masih punya modal sebesar $1845. Perbedaan yang cukup besar!

Anda perlu menerapkan manajemen resiko secara benar sehingga bila anda melalui masa drawdown karena kekalahan beruntun, anda tetap memiliki modal yang cukup untuk bisa bertahan. Di samping itu, semakin besar kekalahan yang anda alami (semakin banyak modal berkurang) akan semakin sulit untuk kembali breakeven ke jumlah modal semula. Maka anda perlu amat berhati-hati dalam menerapkan manajemen keuangan.

BACA >  Cara Menghitung Leverage

Rasio Reward-to-Risk (Untung-Rugi)

Cara lain untuk meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan profit yaitu dengan cara trading hanya bila anda berpotensi meraih keuntungan 3 kali lipat dari kerugian. Bila anda memakai rasio reward-to-risk sebesar 3:1, maka semakin besar kesempatan anda untuk profit.

Perhatikan tabel berikut ini:

Transaksi Kalah Menang
1 $100
2 $300
3 $100
4 $300
5 $100
6 $300
7 $100
8 $300
9 $100
10 $300
Total $500 $1500

Pada contoh di atas terlihat bila anda hanya menang 50% maka anda masih mendapatkan profit sebesar $1000. Bila anda trading forex dengan rasio untung-rugi yang baik maka kesempatan anda untuk profit semakin besar bahkan bila persentase menang anda lebih sedikit.

Tapi dalam pelaksanannya ada hal yang perlu anda waspadai.
Bila anda seorang scalper dan anda mengambil resiko kerugian sebesar 3 pips setiap transaksi. Dengan menggunakan rasio untung-rugi 3:1 berarti target profit setiap transaksi adalah 9 pips. Tapi ingat, ada faktor spread yang harus anda perhitungkan!

Bila broker anda menetapkan spread 2 pips untuk EUR/USD, anda harus menargetkan keuntungan sebesar 11 pips, sehingga untung-rugi anda menjadi 4:1. Disamping itu pasangan EUR/USD dapat bergerak naik dan turun sebesar 3 pips dalam waktu yang singkat, sehingga bisa jadi anda sering kena Stop Loss.

Bila anda mengurangi jumlah posisi anda, anda dapat memperlebar jarak Stop Loss untuk mencapai rasio untung-rugi yang anda inginkan. Bila anda memperbesar jumlah resiko kerugian sebesar 50 pips, maka target untung anda menjadi 150 pips, sehingga mendekati rasio 3:1 seperti yang anda inginkan semula.

Pada kenyataannya, rasio untung-rugi bukanlah suatu hal yang pasti, karena harus disesuaikan dengan timeframe, kondisi market, dan entri/exit poin anda. Masuk akal bagi seorang trader jangka panjang untuk menggunakan rasio untung-rugi 10:1, sementara bagi seorang scalper rasio 0.7:1 mungkin lebih menguntungkan.

Seputar Web

loading...

Post Comment