Mewaspadai Margin Call

Radiation_warning_symbolSemua trader forex perlu mewaspadai jangan sampai terjadi “margin call” saat ber-trading. Sebagai trader pemula yang baru berkecimpung dalam dunia forex, anda mungkin bertanya apa itu margin call. Pengertian istilah margin call adalah saat dimana broker memberi peringatan bahwa margin deposit akun anda berada di bawah minimum level karena harga bergerak berlawanan arah terhadap posisi yang anda pasang.

Pada situasi dimana jumlah uang di akun anda berada dibawah batas margin yang ditetapkan, broker anda akan menutup sebagian atau semua posisi yang anda pasang pada harga pasar saat itu. Hal ini membantu mencegah balance akun anda menjadi negatif, terutama pada kondisi volatilitas tinggi dalam market.

Margin call dapat dihindari dengan cara mengawasi balance akun anda secara rutin, dan juga dengan menggunakan Stop Loss order pada setiap posisi yang terbuka untuk membatasi resiko.

Juga perlu anda ketahui bahwa beberapa broker menerapkan persyaratan margin yang lebih besar pada saat akhir pekan, misalnya hanya 1% margin pada hari kerja tapi bila anda ingin menahan posisi melewati akhir pekan maka margin-nya menjadi 2%. Juga, waspadai bila ada berita forex penting yang dirilis, beberapa broker akan menaikkan persyaratan margin. Anda harus memastikan bahwa posisi open anda tetap akan aman meskipun broker menaikkan margin required pada saat-saat seperti ini.

Contoh kasus:

Joko membuka akun mini (Mini Account) dan menyetor uang sebesar $10.000 untuk balance awal. Pada permulaan, ia akan melihat informasi akun-nya sebagai berikut:
Balance: $10.000
Equity: $10.000
Used Margin: $0
Usable Margin: $0

Nilai Usable Margin akan selalu setara dengan “Equity” dikurangi “Used Margin”.

Usable Margin = Equity – Used Margin

Ingat, yang digunakan untuk menghitung Usable Margin adalah nilai Equity, BUKAN Balance. Nilai Equity ini-lah yang juga dilihat dalam menentukan Margin Call.

Selama nilai Equity lebih besar daripada Used Margin, tidak akan terjadi Margin Call.
( Equity > Used Margin ) = Tidak Terjadi MARGIN CALL

Begitu nilai Equity menjadi sama dengan atau di bawah Used Margin, akan terjadi Margin Call.
( Equity =< Used Margin ) = Terjadi MARGIN CALL

BACA >  Manajemen Resiko Dalam Forex

Pada contoh kasus di atas, katakanlah broker forex Joko menerapkan 1% margin dan Joko memasang posisi Buy 1 lot untuk trading EUR/USD menggunakan standard akun Mini. (Berarti dibutuhkan margin $100 untuk membuka posisi 1 lot pada akun Mini).

Maka informasi akun-nya menjadi:
Balance: $10.000
Equity: $10.000.
Used Margin: $100 (required margin untuk 1 mini lot)
Usable Margin: $9.900.

Bila Joko menutup posisi 1 lot EUR/USD tersebut pada harga yang sama dengan harga beli, maka Used Margin kembali menjadi $0 dan Usable Margin kembali menjadi $10.000. Nilai Equity tetap pada $10.000

Akan tetapi katakanlah Joko menjadi nekat dan menambah posisi Buy 79 mini lot EUR/USD pada harga yang sama sehingga total posisi-nya menjadi 80 lot EUR/USD.
Bila harga belum bergerak naik atau turun, nilai Equity-nya akan tetap sama, tapi nilai Used Margin-nya menjadi $8000 (80 x $100 margin per lot). Dan Usable Margin turun menjadi $2000 seperti berikut:
Balance: $10.000
Equity: $10.000
Used Margin: $8000
Usable Margin: $2000

Dengan membuka posisi yang begitu banyak, Joko akan meraih profit yang luar biasa bila harga EUR/USD naik. Tapi dalam contoh kasus ini, mari kita lihat apa yang terjadi bila harga EUR/USD turun.
Harga EUR/USD mulai turun, maka Joko melihat nilai Equity dalam akun-nya ikut turun, sedangkan Used Margin tetap pada $8000.

Apabila nilai Equity turun ke $8000 maka akan terjadi Margin Call sehingga sebagian atau seluruh posisi yang dipasang akan ditutup oleh broker pada harga pasar saat itu juga.
Dalam contoh di atas, akun Joko akan terkena Margin Call bila harga turun sebesar 25 pip.

Darimana angka 25 pip tersebut diperoleh?

Pada akun Mini, setiap pip pada mini lot bernilai $1 dan bila Joko memasang 80 posisi berarti:
$1 per pip X 80 lot = $80 per pip

Terdapat 2 kemungkinan:
– Bila EUR/USD naik 1 pip, Equity bertambah $80
– Bila EUR/USD turun 1 pip, Equity berkurang $80

BACA >  Pengaruh Berita Terhadap Pasar Forex

Usable Margin pada akun Joko saat itu menunjukkan nilai $2000, bila dibagi $80 per pip = 25 pip.

Pada kasus Joko di atas, misalnya ia memasang posisi Buy 80 lot EUR/USD pada harga $1.3400 berarti bila harga turun 25 pip menjadi $1.3375 akan terlihat:
Balance: $10.000
Equity: $8000
Used Margin: $8000
Usable Margin: $0

Nilai Usable Margin menjadi $0 sehingga terjadi MARGIN CALL!

Dan setelah margin call terjadi, informasi yang terlihat:
Balance: $8000
Equity: $8000
Used Margin: $0
Usable Margin $0

Pada contoh kasus di atas EUR/USD bergerak berlawanan 25 pip, dan Joko mengalami kerugian $2000! Ia kehilangan 20% dari nilai akun semula (($2000 rugi / $10.000 balance semula)) X 100%

Pada kenyataannya, cukup sering terjadi EUR/USD bergerak 25 pip dalam sekejap bila ada berita laporan ekonomi utama yang dirilis.
Dan jangan lupa, pada contoh di atas faktor spread belum diperhitungkan. Misalnya nilai spread untuk EUR/USD adalah 3 pip, maka kenyataan-nya harga EUR/USD cukup bergerak sebesar 22 pip, bukan 25 pip sebelum Margin Call terjadi.

Hal di atas merupakan salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh trader pemula. Setelah pembahasan contoh kasus di atas diharapkan anda dapat mengerti cara penerapan margin. Anda perlu berhati-hati dan membuat perhitungan yang cermat SEBELUM MEMBUKA SETIAP POSISI. Jangan sampai membuka posisi terlalu banyak/besar, sehingga bila harga berbalik arah anda kena Margin Call.

2 Responses to "Mewaspadai Margin Call"

  1. untuk bisa menahan margin call secara baik maka banyak cara yang bisa kita lakukan yang penting ialah perhitungan resiko managmentnya harus tepat dan banyak diilatih sehingga tidak salah dalam melakukannya, dengan cara menggunakan stop loss dan take profit secara benar pula maka trading di octafx bisa dipertahankan dengan baik

    Reply
  2. memang sebaiknya kita mewaspadai untuk MC atau lebih lengkapnya Margin Call, bisa jadi mimpi buruk buat para trader, tetapi kalo kita gak melalui yang namanya MC kita gak dapet pengalaman trading secara baik, jadi kita bisa mencari tau cara untuk mengelola resiko nya dengan baik. pengelolaan dana dan resiko sangat baik buat kelancaran bertrading. dan saya juga latih di Grand Capital agar bisnis trading ane lebih nyaman

    Reply

Post Comment