Trading Mengikuti Garis Trend

trend-line-conformation-1024x637 copyBila anda sudah mengerti mengenai hal-hal yang mendasar mengenai support dan resistance, serta garis trend dalam analisa teknikal forex, anda dapat menggunakan konsep dasar ini dalam transaksi trading. Kita akan membagi cara trading berdasarkan support dan resistance menjadi dua hal yaitu: Bounce (Pantulan) dan Break (Terobosan).

Bounce (Pantulan)

Pengertian “bounce” (pantulan) dalam trading forex berkaitan dengan metode trading forex berdasarkan support dan resistance, pada saat setelah terjadi pantulan.

Banyak trader membuat kesalahan dengan memasang posisi trading tepat pada level support dan resistance lalu menunggu dan berharap agar posisi yang mereka pasang akan menghasilkan keuntungan. Tentu saja, hal ini bisa terjadi, tapi trading dengan cara demikian mengandalkan ASUMSI bahwa harga pasti akan bergerak sampai ke level support atau resistance SEBELUM melihat bahwa harga betul-betul sampai pada level support atau resistance tersebut.

Banyak orang mempunyai pemikiran, sebaiknya membuka posisi tepat pada titik support atau resistance untuk mendapatkan harga buka terbaik sehingga memperoleh keuntungan terbesar.

Bilamana kita menerapkan strategi pantulan ini, kita perlu memperbesar probabilitas untuk mendapatkan profit dan perlu mendapatkan konfirmasi bahwa level support dan resistance akan bertahan. Sebaiknya anda tidak membeli langsung pada saat itu juga, tetapi menunggu sampai harga memantul sebelum masuk dan memasang posisi. Dengan demikian, anda menghindari situasi dimana harga bergerak cepat dan menembus level support dan resistance.

Break (Terobosan)

Secara ideal, level support dan resistance akan tetap bertahan selamanya. Dalam dunia mimpi, kita menghendaki situasi dimana kita bisa selalu mengandalkan untuk memasang posisi pada saat harga pasar mencapai level support atau resistance utama dan selalu berakhir dengan meraih profit. Tapi pada kenyataannya, sering terjadi terobosan pada level support atau resistance.

BACA >  Memilih Strategi Trading Forex

Kita tidak bisa hanya selalu menerapkan strategi trading Bounce/Pantulan, tapi harus siap untuk mengantisipasi dimana terjadi terobosan level support dan resistance.

Ada dua cara yang bisa kita terapkan: cara agresif atau cara konservatif.

#1 Cara Agresif

Cara paling sederhana bilamana terjadi terobosan ialah dengan membeli atau menjual pada saat harga secara meyakinkan melewati zona support dan resistance. Kuncinya ada pada kata ‘secara meyakinkan’, karena kita hanya akan masuk dan memasang posisi bila harga dengan mudah melewati level support dan resistance.

#2 Cara Konservatif

Anda dapat membayangkan situasi dimana anda memutuskan untuk memasang posisi long/beli EUR/USD, anda berharap harga akan naik setelah terjadi pantulan pada level support. Akan tetapi kenyataannya tidak demikan, terjadi terobosan pada level support, dan sekarang anda berada pada posisi yang mengalami kerugian dan jumlah uang anda semakin menurun.

Ada dua kemungkinan yang dapat anda lakukan:

    1. Menerima kekalahan, menutup atau melikuidasi posisi anda dan mengalami kerugian.
    2. Terus menahan posisi yang anda pasang dan berharap harga akan berbalik dan kembali naik

Bila anda memilih nomor 2, Anda akan dengan mudah memahai tipe trading menggunakan metode berikut. Yang perlu diingat adalah: setiap kali anda menutup posisi, anda menutupnya dengan melakukan transaksi yang berlawanan.

Dengan mengambil contoh di atas: Bila anda menutup posisi ‘beli’ EUR/USD pada atau berdekatan dengan titik impas (breakeven point), ini berarti anda harus melakukan transaksi ‘jual’ EUR/USD dalam jumlah yang sama.

Bila terjadi cukup banyak transaksi jual (likuidasi posisi yang kalah) pada level support yang telah tertembus, harga akan berbalik sesaat tetapi akan turun kembali.

Fenomena ini merupakan alasan utama mengapa level support yang tertembus akan menjadi resistance bila ada terobosan.
Seperti yang telah anda perkirakan, untuk meraih keuntungan pada saat terjadi fenomena ini dibutuhkan kesabaran. Anda tidak dianjurkan untuk memasang posisi tepat pada saat terjadi terobosan, tetapi harus menunggu hingga harga berbalik (pullback) sampai pada level support atau resistance tertembus, dan memasang posisi pada saat harga memantul kembali.

Untitled-4 copy

Yang perlu diingat: TIDAK SELAMANYA situasi terjadi seperti skenario di atas. Pengujian terhadap level support dan resistance akan seringkali terjadi. Tetapi ada saat dimana harga akan bergerak satu arah tanpa terjadi pullback. Dengan demikian, anda harus SELALU MENGGUNAKAN STOP LOSS untuk setiap posisi yang anda pasang, dan jangan pernah bertahan pada posisi yang kalah hanya karena anda berharap suatu saat harga akan berbalik arah.

BACA >  8 Kalimat Inspiratif Dalam Trading Forex

4 Responses to "Trading Mengikuti Garis Trend"

Post Comment