7 Trik Curang Broker Forex

Ibarat saat belajar mengemudi mobil, anda pertama-tama hanya belajar teori mengemudi: bagaimana menyalakan mesin, mengatur gigi, mundur, dsb. Tapi saat berada di jalan, anda baru menyadari ternyata ada hal-hal lain yang perlu anda perhatikan supaya bisa mengemudi dengan selamat.

Begitu pula untuk bisa mendapatkan sukses dalam trading forex, ada hal-hal penting yang perlu anda ketahui selain mempelajari istilah-istilah dalam forex dan memahami pengetahuan mendasar lainnya. Saat terjun dalam dunia trading dan membuka akun riil di broker, mungkin anda mengalami hal-hal mengejutkan yang tidak anda antisipasi sebelumnya. Dan mungkin saja, hal-hal ini menyebabkan anda menderita kerugian.

Untuk menghindarinya, dalam artikel ini akan kami bahas hal-hal praktis yang berkaitan dengan broker forex, yaitu mengenai trik-trik curang broker forex yang harus anda waspadai. Apa saja trik tersebut? Baca dalam ulasan berikut.

Beberapa trik kotor yang mungkin dilakukan oleh broker forex:

1. Manipulasi Harga (Price manipulation)

Yang dimaksud dengan manipulasi (permainan) harga dalam forex trading adalah dimana chart forex broker menunjukkan harga yang jauh berbeda dengan harga sesungguhnya.

Mungkin anda pernah membaca kasus manipulasi harga seperti ini dalam forum forex. Ada kasus dimana seorang trader mendapati chart menunjukkan perbedaan harga pasangan mata uang di saat yang bersamaan sampai lebih dari 200 pips.

Hal ini tentu saja tidak masuk akal, tapi mungkin saja terjadi. Bila anda tidak hati-hati, bisa jadi anda menjadi korban kecurangan seperti ini. Bila anda menjadi korban, anda berhak protes ke broker anda dengan menunjukkan bukti screenshot yang menunjukkan perbedaan tersebut.

2. Spread yang Membesar

Hal ini pada umumnya terjadi pada saat volatilitas tinggi, seperti rilis berita atau laporan ekonomi penting. Pada saat-saat normal, spread (perbedaan harga jual dan harga beli) pasangan mata uang hanya berada pada kisaran beberapa pips, tapi tiba-tiba saja pada saat setelah rilis berita spread menjadi besar sekali.

Bila menggunakan Metatrader, biasanya harga yang ditampilkan pada chart adalah hanya bid price, oleh karena itu anda harus hati-hati bila trading saat rilis berita. Pastikan anda tahu persis berapa harga bid dan harga ask, jangan mengandalkan tipikal biaya spread yang hanya 1-2 pips pada saat-saat normal.

3. Slippage

Spread yang membengkak cukup mudah diamati pada saat trading, dengan cara memperhatikan perbedaan harga jual dan harga beli. Tapi masalah slippage lebih sulit ketahuan, karena tidak jelas kelihatan.

Slippage adalah salah satu trik dari broker forex tipe market maker, dimana anda trading melawan broker tersebut. Bila anda menang maka broker ini kehilangan uang. Tentu saja broker ini akan mencari cara sebanyak-banyaknya agar anda tidak menang. Salah satunya adalah dengan cara “memainkan harga” (harga slip) pada saat anda membuka atau menutup posisi.

Rob Pasche, seorang guru forex di situs DailyFx memberi definisi tentang slippage:

Slippage is when an order is filled at a price that is different than the requested price.

Contoh:

Anda hendak membeli EUR/USD di harga 1.1360 seperti tertera di chart platform. Kemudian anda menekan tombol buy dan membuka posisi. Tapi setelah posisi terpasang anda mendapati bahwa order anda terpenuhi di harga 1.1370 (10 pips di atas harga chart).

Begitu pula sebaliknya bisa terjadi, bila anda hendak menutup posisi short (jual), maka broker akan memberikan harga yang lebih tinggi daripada harga yang tertera di chart.

BACA >  6 Tips Untuk Memilih Broker Forex Terbaik

Akibatnya, anda tidak bisa mendapatkan maksimum profit yang seharusnya anda dapat bila anda menang, dan bila kalah maka anda menderita kekalahan yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena permainan harga entry/exit yang lebih merugikan bagi anda.

Pada umumnya, slippage jarang terjadi bila anda menggunakan broker tipe ECN (Electronic Communication Networks) atau broker STP (Straight Through Processing) yang sesungguhnya. Karena mereka mengambil profit dari komisi yang tetap, dan yang mereka lakukan hanya murni menyalurkan order, sehingga anda bukan trading melawan broker anda. Tapi slippage mungkin pula terjadi pada broker ECN/STP saat volatilitas market amat tinggi saat rilis berita penting, dimana terdapat delay saat data harga dapat ditunjukkan pada chart.

4. Re-quoting (requote)

Re-quoting merupakan trik lain broker tipe market maker. Saat harga naik tinggi dan prediksi anda tepat, maka saat anda menekan tombol buy maka broker bukannya mengeksekusi order malah memberi delay beberapa detik, kemudian anda disodori harga yang lebih tinggi, dimana anda harus berpikir kembali, apakah akan tetap membeli atau tidak jadi.

Kadang hal ini bisa terjadi berulang-ulang sehingga anda terpaksa membeli dengan harga tinggi, atau malah tidak dapat membuka posisi sama sekali. Jelas bahwa broker ini ingin menyabotase trading anda yang seharusnya menghasilkan profit.
Bila hal ini terjadi dan anda bertanya ke broker tersebut, maka broker akan memberi berbagai alasan yang tidak masuk akal.

5. Stop-Loss Hunting

Misalnya anda berpikir mata uang akan naik, lalu anda masuk posisi di harga 123.40 dan pasang stop loss di level 123.05. Tapi tiba-tiba pergerakan harga berbalik arah sehingga anda kena stop loss. Anda tentu kecewa, tapi mungkin merasa sedikit lega karena berpikir mungkin saja harga merosot jauh sekali… lebih baik rugi sedikit daripada rugi banyak. Tapi yang terjadi, begitu harga menyentuh level stop loss anda, maka tiba-tiba berbalik dan kembali naik seperti yang anda prediksi semula.

Hal ini sering disebut dengan istilah Stop-Loss Hunting, dan bisa terjadi karena broker tahu dimana anda memasang level stop loss. Solusinya, gunakan ‘mental’ stop loss, yaitu tidak memasang Stop Loss order pada platform trading, tapi menentukan di benak anda dimana akan exit bila prediksi meleset, dan mengeksekusi-nya secara manual saat trading.

6. Swap

Istilah swap dalam forex digunakan untuk menggambarkan suku bunga yang anda harus bayar (atau terima) bila anda membuka posisi overnight (lewat dari satu hari). Karena dalam forex yang diperdagangkan adalah “pasangan mata uang”, maka ada dua nilai suku bunga mata uang yang terlibat, yang akan mempengaruhi besarnya nilai swap.

Suku bunga tiap mata uang diterapkan oleh Bank Sentral negara tersebut, dimana angka ini seharusnya sama, sehingga nilai swap pun seharusnya sama. Tapi yang sering didapati adalah nilai swap yang berbeda antara broker yang satu dengan yang lain, karena masing-masing menghitung swap berdasarkan formula yang berbeda; sehingga nilai swap yang dikenakan ke trader juga berbeda-beda.

Hal ini tidak menjadi masalah bila perbedaannya tidak banyak, tapi akan menyebabkan kerugian bila broker menerapkan perhitungan swap yang tidak masuk akal dan anda termasuk golongan Position trader membuka posisi dalam jangka waktu lama, misalnya bulanan.

BACA >  Sejarah Perdagangan Ritel Forex

7. Margin Berubah Sewaktu-waktu

Biasanya broker menentukan margin saat anda membuka akun. Dan nilai margin ini akan diterapkan pada setiap posisi yang anda buka. Seharusnya nilai margin ini tetap sama selama posisi anda terbuka. Akan tetapi bisa terjadi, dengan berbagai alasan broker akan memperbesar nilai margin sewaktu-waktu. Margin bisa berubah naik sampai beberapa kali lipat.

Bila ini terjadi dan anda mempunyai beberapa posisi trading yang terbuka, tentu akan berbahaya sekali. Sebagian atau seluruh posisi anda bisa otomatis ditutup pada kondisi loss karena margin tidak mencukupi, dan anda bisa mengalami kerugian yang cukup besar.

Contoh kasus:

  1. Broker FXCM mengubah margin requirement menjadi 2%, dimana sebelumnya beberapa level margin yang ditentukan adalah 0.25%, 0.5%, dan 1%. Hal ini dilakukan setelah broker FXCM mengalami kerugian besar akibat pergerakkan dahsyat mata uang negara G7.
  2. Saxo Bank mengubah margin requirement menjelang pemilihan presiden Amerika 2016.

Pada umumnya kasus seperti ini terjadi saat berita besar dirilis. Ada kalanya broker mengeluarkan pemberitahuan sebelumnya bila akan merubah margin, dimana informasi ini akan dicantumkan di situs broker tersebut. Jadi, anda harus rajin memantau informasi dari broker.

Misalnya:

Di situs broker FXCM.com sehubungan dengan margin tertulis pernyataan sebagai berikut:

By default FXCM LLC offers a maximum of approximately 50:1 leverage (or 2% margin)* on its forex trading accounts. Margin requirements (per 1K lot) at FXCM are updated once per month. See FX MMR per 1k Lot.

WHEN IS MARGIN UPDATED?
Margin requirements are updated each month on the last Friday to account for price fluctuations. FXCM does not anticipate more than one update a month, however extreme market movements or event risk may necessitate unscheduled intra‐month updates. Up‐to‐date margin requirements are displayed in the Simplified Dealing Rates window of the Trading Station.

Trader forex yang berpengalaman tentunya telah memahami trik-trik broker yang dapat merugikan mereka. Yang menjadi korban biasanya trader pemula yang belum berpengalaman. Untuk menghindarinya, apa yang harus anda lakukan untuk menghadapi trik-trik kotor broker ini? Berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan:

– Jangan sembarangan memilih broker, buka akun di broker yang mempunyai reputasi baik, utamakan broker tipe ECN.
– Hati-hati bila trading seputar berita besar, baik itu sebelum, pada saat, atau langsung setelah berita dirilis.
– Bila mendapat profit, tarik keuntungan tersebut secara regular, jangan semua uang anda dibiarkan di akun broker.

Demikian pembahasan mengenai trik-trik curang broker forex, semoga bermanfaat.

Seputar Web

loading...

One Response to "7 Trik Curang Broker Forex"

Post Comment