Angka GDP Cina Melebihi Ekspektasi

ekonomi china(15 Juli 2016 – 3:30 PM GMT +07) Perekonomian Cina mengalahkan prediksi dengan ekspansi sebesar 6,7 persen per tahun sampai Juni, sejalan dengan langkah-langkah stimulus pemerintah dan bank sentral dalam menunjang permintaan. Ekonom yang disurvei oleh Reuters mengantisipasi tingkat pertumbuhan 6,6 persen. Angka dari Biro Statistik Nasional stabil sebesar 6,7 persen seperti pada kuartal sebelumnya. Reuters melaporkan, kuartal kedua Produk Domestik Bruto (PDB) naik 1,8 persen dari kuartal pertama.

Pemerintah Cina mentargetkan pertumbuhan sebesar 6,5 sampai 7 persen tahun ini, lebih rendah dari angka sebelumnya dalam dua dekade terakhir. Perekonomian China secara bertahap transisi ke arah konsumsi dibandingkan dengan penekanan sebelumnya pada segi manufaktur tetapi transformasi belum berjalan mulus. Pada 2015, Beijing memiliki angka pertumbuhan 6,9 persen, laju paling lambat dalam 25 tahun.

Angka GDP kuartal kedua negara sesuai dengan antisipasi, karena Cina telah berhati-hati untuk mempersiapkan pasar dalam menghadapi penurunan pertumbuhan secara bertahap. Meskipun pertumbuhan lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal kedua, analis Capital Economics mencatat bahwa hal ini sebagian besar didorong oleh stimulus pemerintah daripada sektor swasta.

“Investasi yang dilandasi oleh gelombang stimulus oleh perusahaan-perusahaan negara tampaknya menjadi kompensasi bagi keengganan sektor swasta untuk berinvestasi,” tambah Capital Economics.
Ekonom China IHS Global Insight Brian Jackson mengatakan angka tersebut menimbulkan keraguan atas kualitas data Cina serta sifat pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

“Kejanggalan pertama mencerminkan kekhawatiran bahwa pemerintah memaksakan pertumbuhan sebesar mungkin dari sektor yang relatif buram melalui teknik akuntansi,” tulisnya dalam sebuah catatan.

“Kejanggalan kedua mencerminkan kekhawatiran bahwa jika data sepenuhnya akurat, maka berarti terjadi pergeseran menuju pertumbuhan non swasta di sektor sekunder dan tersier, yang menimbulkan keraguan mengenai produktivitas jangka panjang dan keberlanjutan kegiatan ekonomi saat ini, “tambah Jackson.

BACA >  Dollar Index Naik Ke Level Tertinggi

Bagaimanapun perekonomian tampaknya berjalan cukup baik, dengan pertumbuhan merata antara berbagai sektor, kata kepala ekonomi pasar di JP Morgan, Jahangir Aziz.

Bank Sentral telah menurunkan persyaratan cadangan Bank serta tingkat pinjaman, sementara pemerintah juga telah meningkatkan pembelanjaan untuk mencegah kemerosotan tajam. Angka yang dirilis secara terpisah menunjukkan produksi industri pada bulan Juni naik 6,2 persen dibandingkan tahun lalu, sementara penjualan ritel naik 10,6 persen.

Angka yang dirilis hari Jumat merupakan yang pertama sejak Cina mengubah metodologi dalam pengumpulan data dengan menambahkan angka pengeluaran untuk riset dan perkembangan (Research and Development) ke dalam kalkulasi untuk GDP. Langkah ini akan membantu membawa standar Cina untuk perhitungan nilai barang dan jasa menjadi lebih sesuai dengan standar global yang ditetapkan oleh PBB dan organisasi dunia lainnya, di tengah skeptisisme investor mengenai keakuratan data resmi negara tersebut.

Post Comment