Dolar AS Melonjak Setelah Rilis Data Peningkatan Perekonomian AS

(20 Juli 2016 – 7:30 AM GMT +07) dollar indeks ASDolar AS naik ke level tertinggi empat bulan terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Selasa setelah data dirilis yang menunjukkan angka sektor perumahan AS mulai naik melelebihi perkiraan pada bulan Juni.

Departemen Perdagangan mengungkapkan, terobosan terjadi pada sektor perumahan AS dimana melonjak 4,8 persen ke laju tahunan yang disesuaikan secara musiman sejumlah 1,19 juta unit.
Setelah data laporan job market bulan Juni menunjukkan pengusaha AS menambahkan 287.000 pekerjaan, melebihi ekspektasi lebih dari 100.000, kelanjutan data yang positif mendorong sejumlah investor memfaktorkan kembali kemungkinan Federal Reserve (bank sentral AS) akan menaikkan suku bunga AS, kata para analis (Baca pula: Pengaruh Berita Terhadap Forex).
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan laba mata uang, sehingga menarik bagi investor.

Indeks dolar AS (US Dollar Index), yang melacak dollar AS terhadap enam mata utama, naik ke 97,126, level tertinggi sejak pertengahan Maret.
Kenaikan indeks dolar didukung oleh penurunan nilai euro yang cukup besar, merosot ke level rendah 11 hari terhadap dolar di $1,1011. Euro terakhir turun 0,5 persen pada $ 1,1017.

Dolar juga menguat terhadap yen, menyentuh level tertinggi terhadap mata uang Jepang sejak 24 Juni, sehari setelah keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa (Brexit). Dolar naik menjadi ¥ 106,52.

“Terlihat antusiasme terhadap ekonomi AS,” kata Vassili Serebriakov, ahli strategi FX di Credit Agricole (PA: CAGR) di New York. “Ini belum benar-benar meningkatkan ekspektasi dalam hal pengetatan Fed tapi saya rasa pasar mulai berpikir Fed bisa menjadi fokus kembali sebelum akhir tahun ini.” Kemungkinan kenaikan suku bunga berada di bawah 20 persen kurang dari sebulan yang lalu.

BACA >  US Dollar Index Pangkas Kerugian Menjelang Pertemuan BOE

Dolar juga meningkat disebabkan oleh ekspektasi bank sentral Australia dan New Zealand akan melakukan pelonggaran (quantitative easing).
Dolar Australia jatuh 1,5 persen ke level rendah 11 hari di $0,7476, sementara dolar Selandia Baru turun 1,35 persen menjadi 0,7018, disebabkan investor memprediksi bahwa kedua bank sentral tersebut bisa melonggarkan kebijakan moneter pada awal bulan berikut.

Post Comment