Dollar Index Naik Ke Level Tertinggi

berita(20 Agustus 2014, 11:40 AM – GMT +07)  U.S. Dollar Index mencapai level tertinggi dalam kurun hampir satu tahun dibandingkan dengan mata uang asing lain-nya sementara euro semakin melemah. Dollar Index, yang mengukur kekuatan dollar dibandingkan sejumlah mata uang lainnya, berada pada 81.876 pada hari Selasa, meningkat dari 81.572 Senin lalu. Terakhir kali Dollar Index  berada pada level penutupan tertinggi adalah pada bulan September tahun lalu. WSJ Dollar Index BUXX, +0.15%, yang mengukur dollar terhadap sejumlah mata uang mayor, naik 0.3% mencapai level 74.16.

US dollar meningkat sejak awal Juli dimana para investor megamati prospek kemajuan perekonomian Amerika yang meningkat secara berkala dibandingkan negara maju lainnya. US dollar menguat terhadap yen USD/JPY 0.25% dimana investor melihat perekonomian Asia yang tetap lamban dan kebijakan monter yang longgar.

Sementara itu euro melemah terhadap dollar sejalan dengan Bank Sentral Eropa yang menyatakan akan mengeluarkan kebijakan pelonggaran di bulan Juni, dan mengindikasikan program tersebut akan terus berlanjut untuk memerangi inflasi yang rendah.

British pound melemah dari $1.6730 menjadi $1.6621 hari Selasa pada sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut terjadi setelah keluarnya data inflasi U.K., dimana hal itu menyebabkan turunnya tekanan terhadap Bank of England untuk mengetatkan kebijakan moneter Inggris.

“Daya tarik pasar finansial Amerika relatif terhada euro area dan Jepang menyebabkan para investor memilih untuk menginvestasikan kapital mereka ke U.S. sehingga mendorong peningkatan nilai US dollar,” kata Sameer Samana, seorang pakar strategi internasional di Wells Fargo Advisors. “Kombinasi antara peningkatnya prospek kemajuan ekonomi Amerika dan kemungkinan kenaikan suku bunga, akan menyebabkan mata uang tersebut menguat.”

BACA >  Fenomena Reli Dollar Menjelang Siklus Pengetatan Federal Reserve

Pada hari Selasa, dollar berada pada ¥102.91, meningkat dari ¥102.56 pada hari Senin. Euro diperdagangkan pada $1.3321, turun dari $1.3362, level penutupan terendah sejak September tahun lalu. Selanjutnya, para investor akan mengamati beberapa event yang akan memberikan gambaran kebijakan moneter Bank Sentral Amerika (Fed), termasuk notulen Federal Open Market Committee (FOMC minutes) pada hari Rabu, dan pidato ketua Fed Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming, pada hari Jumat mendatang.

Meskipun tidak banyak partisipan yang berpikir forum Jackson Hole akan menjadi katalis untuk pergerakan di pasar mata uang, Shinji Kureda, kepala FX trading grup di Sumitomo Mitsui Banking Corp., mengatakan event tersebut bisa menawarkan insentif untuk meningkatkan imbal hasil obligasi U.S. dan nilai greenback (dollar).

“Tidak banyak faktor yang mampu menekan nilai dollar, kecuali faktor ketegangan geo politik. Jadi, kemungkinan besar dollar akan meningkat secara perlahan menembus level resitance-nya.. bila situasi geo politik tidak memburuk,” kata Kureda.

Akan tetapi, beberapa orang mengatakan bahwa kemungkinan yang akan terjadi adalah pergerakan bersifat range. “Sulit untuk mengharapkan momentum kenaikan dollar akan segera terjadi,” kata Kyosuke Suzuki, kepala bagian sales FX dan money-market di Societe Generale di Tokyo.

Post Comment