Euro Kembali Menguat Setelah Kebijakan ECB

berita(6 Juni 2014 11:05AM GMT+7)Euro bertahan dalam menanggapi upaya Bank Sentral Eropa (ECB) untuk memerangi deflasi, mengejutkan pasar dengan kenaikan harga yang terus berlanjut, dan beberapa analis percaya nilai euro tidak akan melemahkan dalam waktu dekat.

“Banyak orang yang menggaruk-garuk kepala melihat kenaikan harga euro,” kata Emma Lawson, ahli strategi mata uang senior di National Australia Bank.

“Ada banyak skeptisisme bahwa tindakan tersebut tidak akan efektif atau tidak cukup,” katanya. “Ini bukan pasokan dana [meredam ekonomi zona euro]. Permintaan di Eropa sangat lemah.”

Euro awalnya jatuh serendah $1,3505, terendah sejak Februari, setelah ECB mengambil langkah belum pernah terjadi sebelumnya pada Kamis lalu, dengan menerapkan tingkat bunga negatif pada bank untuk deposito mereka, di samping pemotongan suku bunga utamanya dari 0,25 persen menjadi 0,15 persen. Tapi euro cepat pulih dan naik melebihi tingkat pra-pengumuman, menjadi $1,3661 di perdagangan Asia Jumat pagi.

“Hal terakhir yang ECB inginkan sekarang adalah nilai euro menguat, karena akan mendorong zona euro semakin terperangkap dalam zona deflasi,” kata Jonathan Pain, penulis Laporan Pain, mencatat laju inflasi di kawasan itu turun menjadi 0,5 persen bulan lalu, jauh di bawah target ECB sekitar 2 persen.

Sementara langkah-langkah ECB melebihi harapan banyak analis, tetapi ada keraguan upaya tersebut akan berhasil mendongkrak inflasi.

Suku bunga deposito negatif “bisa memiliki efek deflasi, berlawanan dengan efek inflasi yang diharapkan. Hal ini bisa mendorong bank untuk mengenakan biaya tambahan kepada pelanggan,” katanya.

Credit Agricole tidak berharap reli yang terjadi akan berbalik arah dalam minggu-minggu ke depan.

“Upaya untuk memperbaiki kondisi likuiditas cenderung menjadikan aset yang bebasis euro menarik,” katanya dalam sebuah catatan Kamis.

BACA >  Draghi Memilih Perbankan Bukan Obligasi Untuk Memerangi Deflasi Saat Ini

Terlihat dalam kondisi pasar: saham zona euro menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun, sementara imbal hasil obligasi lokal tetap rendah. 10-tahun yield obligasi Jerman turun menjadi 1.417 persen pada Kamis dari 1,438 persen pada Rabu, sementara Spanyol berada di 2,827 persen, turun dari 2,879 Rabu. Imbal hasil obligasi bergerak terbalik terhadap harga.

Faktor lain yang mendorong kenaikan euro adalah indikasi dari Presiden ECB Mario Draghi bahwa harga tidak akan bergerak lebih rendah dalam waktu dekat, yang berarti pasar tidak mungkin mengharapkan perubahan kebijakan ke depan, kata Credit Agricole.

Beberapa analis mengharapkan akan terlihat dampak positif dari langkah-langkah ECB untuk mendukung reli jangka panjang.

“Langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan dan mengurangi risiko di kawasan euro merupakan hal positif untuk euro,” Brian Martin, analis senior Eropa di ANZ, mengatakan dalam sebuah catatan pada Kamis lalu.

Yang pasti, beberapa pihak mengharapkan euro masih akan melemah dalam kurun waktu ke depan.

Pada jangka panjang, Credit Agricole mempertahankan pandangan bearish terhadap euro, terutama karena proyeksi prospek pertumbuhan AS ke depan meningkatkan. Ia memperkirakan euro berada pada level sekitar $1,30-$1,33 pada akhir tahun.

[display-posts tag=”ECB” posts_per_page=”2″]

Seputar Web

loading...

Post Comment