Indeks Dolar AS Naik ke Level Tertinggi 4 Bulan

add-to-forex-reserves(23 Juli 2016 – 7:30 AM GMT +07) Dollar Index AS melonjak ke level tertinggi dalam empat bulan pada hari Jumat menjelang pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve) minggu depan, di tengah memuncaknya kekhawatiran resesi di Inggris dan peningkatan kondisi sektor perindustrian dalam negeri AS. Indeks melonjak ke level tertinggi 97,59 dalam sesi, sebelum penutupan sesi sore AS di level 97,41; naik 0,47 atau 0,48% pada hari itu. Dengan kenaikan tajam, indeks mencapai level tertinggi sejak 10 Maret – terakhir kali menembus ambang batas pada level 98. Selama empat minggu sejak Brexit referendum, indeks telah melonjak lebih dari 4%, menghapus semua kerugian. Dolar AS datar sejak pertengahan Desember ketika Federal Reserve mengakhiri tingkat suku bunga nol selama tujuh tahun dengan menyetujui kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade.

Greenback (dolar AS) naik jauh terhadap British Pound di perdagangan semalam setelah data Markit melaporkan bahwa ekonomi Inggris menyusut dengan cepat sejak awal 2009, dimana para ekonom menganalisa rilis data awal sejak keputusan Post-Brexit bulan lalu.

Indeks PMI U.K. flash Composite Markit untuk Juli turun 4,5 poin menjadi 47,7, memperbesar kekhawatiran resesi akan segera terjadi di seluruh Inggris. Akibatnya, GBP/USD turun lebih dari 1% ke level terendah intraday pada 1,3079, jatuh kembali mendekati posisi terendah 1-minggu. Sejak rakyat Inggris mengejutkan pasar dengan keputusan untuk meninggalkan Uni Eropa pada 24 Juni, Pound Sterling telah jatuh hampir 12% terhadap Dollar.

Trader forex juga mengamati data manufaktur AS pada hari Jumat setelah angka PMI Manufacturing Index bulan Juli meningkat lebih dari satu poin menjadi 52,9; melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan. Kenaikan tak terduga didorong oleh peningkatan order, dimana volume bisnis baru tumbuh pada laju tercepat sejak Oktober 2015.

BACA >  Notulen Fed Membawa Kejutan Bagi Pasar

EUR/USD turun lebih dari 0,50% ke level terendah intraday dari 1,0956; tetap bertahan pada level rendah pada hari Jumat sore, bersamaan munculnya laporan penembakan massal di sebuah pusat perbelanjaan di Munich. Euro mengakhiri sesi di level 1,0976; turun 0,45%.

Para investor menantikan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli pekan depan untuk mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya oleh bank sentral AS.
Imbal hasil AS 10-tahun naik satu basis poin menjadi 1,57%, sedangkan Jerman 10-tahun turun satu basis poin menjadi Minus-0,03%. Imbal hasil kedua obligasi pemerintah 10-tahun turun lebih dari 75 basis poin selama setahun terakhir.

Seputar Web

loading...

Post Comment